PURBALINGGA
JAWA TENGAH.
Kota purbalingga berada di cekungan yang diapit beberapa rangkaian pegunungan. Di sebelah utara merupakan rangkaian pegunungan (gunung slamet dan dataran tinggi dieng),di bagian selatan merupakan depresi serayu yang di aliri 2 sungai besar kali serayu,kali pekacangan dan anak sungai lainnya. Anak sungai lainnya seperti kali klawing,kali gintung.
ibukota kabupaten berada di purbalingga sekitar 21 km sebelah timur laut kabupaten purwokerto.
Purbalingga terletak pada 101° 11" BT - 109°35" BT dan 7°10" LS - 7°29 LS" Secara umum purbalingga termasuk dalam iklim tropis dengan rata-rata curah hujan 3,739 mm – 4,789 mm per tahun.
~ SEJARAH TENTANG KOTA PURBALINGGA.
PETA KOTA PURBALINGGA
JAWA TENGAH.
Kota purbalingga berada di cekungan yang diapit beberapa rangkaian pegunungan. Di sebelah utara merupakan rangkaian pegunungan (gunung slamet dan dataran tinggi dieng),di bagian selatan merupakan depresi serayu yang di aliri 2 sungai besar kali serayu,kali pekacangan dan anak sungai lainnya. Anak sungai lainnya seperti kali klawing,kali gintung.
ibukota kabupaten berada di purbalingga sekitar 21 km sebelah timur laut kabupaten purwokerto.
Purbalingga terletak pada 101° 11" BT - 109°35" BT dan 7°10" LS - 7°29 LS" Secara umum purbalingga termasuk dalam iklim tropis dengan rata-rata curah hujan 3,739 mm – 4,789 mm per tahun.
~ SEJARAH TENTANG KOTA PURBALINGGA.
Sebuah nama yang pasti tidak akan
tertinggal ketika membicarakan sejarah purbalingga adalah Kyai Arsantaka, seorang tokoh yang menurut sejarah menurunkan tokoh-tokoh bupati purbalingga. Kyai arsantaka yang pada masa
mudanya bernama kyai arsakusuma adalah putra dari bupati onje II.
Sesudah dewasa diceritakan bahwa kyai arsakusuma meninggalkan kadipaten onje untuk berkelana ke arah timur dan sesampainya di desa masaran (sekarang di kecamatan bawang, kabupaten banjarnegara) diambil anak
angkat oleh kyai wanakusuma yang masih anak keturunan kyai ageng giring
dari mataram.
Pada tahun
1740 – 1760, kyai arsantaka menjadi demang di kademangan pagendolan
(sekarang termasuk wilayah desa masaran), suatu wilayah yang masih
berada dibawah pemerintahan karanglewas (sekarang termasuk kecamatan kutasari, purbalingga) yang dipimpin oleh tumenggung dipayuda I. Banyak
riwayat yang menceritakan tenang heroisme dari kyai arsantaka antara
lain ketika terjadi perang Jenar, yang merupakan bagian dari perang mangkubumen, yakni sebuah peperangan antara pangeran mangkubumi dengan
kakaknya paku buwono II dikarenakan Pangeran mangkubumi tidak puas
terhadap sikap kakanya yang lemah terhadap kompeni belanda.
Salam
perang jenar ini, kyai arsantaka berada didalam pasukan kadipaten banyumas yang membela paku buwono. Dikarenakan jasa dari kyai arsantaka
kepada kadipaten banyumas pada perang
Jenar, maka adipati banyumas R. tumenggung yudanegara mengangkat putra kyai arsantaka yang bernama kyai arsayuda menjadi menantu. Seiring
dengan berjalannya waktu, maka putra kyai arsantaka yakni kyai arsayuda
menjadi kumenggung karangwelas dan bergelar raden tumenggung dipayuda
III.
Masa masa pemerintahan kyai arsayuda dan atas saran dari ayahnya yakni kyai arsantaka yang
bertindak sebagai penasihat, maka pusat pemerintahan dipiindah dari karanglewas ke desa purbalingga yang diikuti dengan pembangunan pendapa kabupaten dan alun-alun. Nama purbalingga ini bisa kita dapati didalam kisah-kisah
babad. Adapun kitab babad yang berkaitan dan menyebut purbalingga
diantaranya adalah babad onje,babad purbalingga,babad banyumas dan babad jambukarang. Selain dengan empat buah kitap babat tsb, maka dalam
merekonstruksi sejarah purbalingga, juga melihat arsip-arsip peninggalan pemerintah hindia belanda yang tersimpan dalam koleksi arsip nasional republik indonesia. Berdasarkan sumber-sumber
diatas,maka melalui peraturan daerah (perda) No. 15 tahun 1996
tanggal 19 Nopember 1996, ditetapkan bahwa hari jadi kabupaten purbalingga adalah 18 desember 1830 atau 3 rajab 1246 hijriah atau 3 rajab 1758.
ALUN-ALUN KOTA PURBALINGGA
PETA KOTA PURBALINGGA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar